Anggada Balik | Kliping Sastra Indonesia | Etnik dan Budaya
Anggada Balik Reviewed by maztrie on 4:16 AM Rating: 4,5

Anggada Balik


Lakon ini dikisahkan terjadi setelah Prabu Dasamuka tewas, dan Ramawijaya dan anak buahnya menududuki Kerajaan Alengka. Gunawan Wibisana, adik Dasamuka, minta agar Rama mau menjadi raja di Alengka, tetapi Rama menolak. Ia memutuskan akan mengangkat putra Prabu Dasamuka yang masih hidup, yaitu Dasawilukrama.

Keputusan itu tidak disetujui oleh Anggada, karena itu ia pergi meninggalkan Rama. Anoman yang berusaha membujuk tidak berhasil.

Ternyata kepergian Anggada adalah untuk memata-matai Dasawilukrama yang sesungguhnya menyimpan rasa dendam pada Ramawijaya yang telah membunuh ayahnya.

Dendam Dasamilukrama mendapat dukungan dari arwah Dasamuka yang bernama Godayitma. Dari Godayitma, Dasawilukrama mendapat sebilah keris bernama Kyai Pecatyitma, yang harus digunakan untuk membunuh Rama.

Pada suatu kesempatan Dasawilukrama berhasil memasuki tempat peraduan Rama, dan siap menusukkan keris Kyai Godayitma ke tubuh Sri Rama. Pada saat yang tepat, Anggada melompat merebut keris itu dari tangan Dasawilukrama. Agar mengalihkan tuduhan, Dasawilukrama berteriak menuduh Anggada akan membunuh Rama. Teriakan itu didengar Anoman yang segera datang meringkus keduanya.

Rama bingung bagaimana mengadili keduanya, karena Anggada dan Dasawilukrama masing-masing menuduh lainnya sebagai pembunuh. Akhirnya Gunawan Wibisana memberi saran, agar keduanya diadu sampai mati. Yang menang itulah yang tidak bersalah.

Godayitma, arwah Dasamuka, amat kecewa dengan kegagalan Dasawilukrama. Karena itu ia menghukum anaknya dengan cara keluar dari raga Dasawilukrama dan masuk ke raga Anggada. Karenanya, tiba-tiba Anggada menjadi buas, dan menggigit leher Dasawilukrama sampai putus.

Sesudah Dasawilukrama tewas ditusuk dengan keris Kyai Pecatyitma, Anggada melompat ke arah Rama untuk menusuknya. Untunglah Anoman waspada dan meringkusnya. Dalam jepitan tangan Anoman, Anggada dimanterai oleh Gunawan Wibisana sehingga arwah Godayitma dapat diusir dari kera berbulu merah itu.
Setelah sadar, Anggada segera bersujud di hadapan Ramawijaya.
Anggada Duta
Terkadang disebut Anggada Balik, merupakan lakon pakem, bagian dari lakon-lakon serial Ramayana. Menjelang pecah perang antara bala tentara kera yang memihak Ramawijaya dengan tentara raksasa dari Kerajaan Alengka, Ramawijaya mengutus Anggada untuk memberi ultimatum kepada Prabu Dasamuka.

Waktu Anggada bertemu Prabu Dasamuka, raja Alengka itu menghasutnya dengan mengatakan bahwa Anggada sebenarnya adalah keponakannya, dan kematian Resi Subali — ayah Anggada, adalah akibat perbuatan Rama. Termakan oleh hasutan itu Anggada kembali dan langsung menyerang Rama. Untunglah Gunawan Wibisana dan Anoman berhasil menyadarkan Anggada.

Anggada lalu kembali ke Alengka dan memberi laporan palsu bahwa Rama dan Laksmana sudah tewas. Ketika Prabu Dasamuka sedang bersuka ria mendengar berita baik itu, Anggada menyerangnya, dan berhasil merampas serta melarikan mahkota raja Alengka itu, dan kemudian melarikan diri. Usaha prajurit Alengka untuk menangkapnya sia-sia saja.

Mahkota Alengka itu dipersembahkan pada Ramawijaya, tetapi Rama kemudian menyerahkannya pada Prabu Sugriwa.[pakdheDar]