MANGASAH MINGISING BUDI, MASUH MALANING BUMI | Kliping Sastra Indonesia | Etnik dan Budaya
MANGASAH MINGISING BUDI, MASUH MALANING BUMI Reviewed by maztrie on 4:54 PM Rating: 4,5

MANGASAH MINGISING BUDI, MASUH MALANING BUMI

Pepatah Jawa di atas secara harfiah berarti mengasah ketajaman budi (akal budi), mencuci keburukan (malapetaka) bumi. Akal budi manusia tidak akan pernah menjadi tajam jika tidak diasah.

Pengasahan akal budi ini pada umumnya dilakukan dengan bersekolah, kursus, berguru, diskusi, membaca buku, menyerap informasi dari berbagai sumber, mengamati, dan sebagainya. Jika manusia tidak bisa melakukan hal-hal demikian, dapat diduga bahwa akal budi manusia tidak akan mengalami penajaman yang berarti. Pendeknya, kepekaan dan kecerdasan manusia tidak akan muncul begitu saja. Oleh karena itu perlu diasah.
Orang atau manusia yang memiliki akal budi yang tajam diharapkan mampu memberikan andil dengan ”mencuci” segala hal yang buruk yang terjadi di dunia. Paling tidak ia bisa mencuci hatinya sendiri agar menjadi bersih.
Dengan demikian, ia juga bisa membersihkan lingkungan di sekitarnya.
Pepatah tersebut sebenarnya memberikan saran agar orang gemar belajar dan sekaligus gemar berbuat baik, ikut memberikan kebenaran dan pertolongan bagi orang lain yang kesusahan atau tidak mendapatkan keadilan. Masuh malaning bumi juga dapat diartikan sangat luas. Apakah hal itu menyangkut penegakan hukum, perbuatan mulia, dan seterusnya. [pakdhedar]

~~maztrie~~
Creative Commons License