Limbuk Manohara balik ke Negeri Amarta (Keluhuran prinsip Bagong) | Kliping Sastra Indonesia | Etnik dan Budaya
Limbuk Manohara balik ke Negeri Amarta (Keluhuran prinsip Bagong) Reviewed by maztrie on 1:30 PM Rating: 4,5

Limbuk Manohara balik ke Negeri Amarta (Keluhuran prinsip Bagong)

Seperti waktu itu, saat Limbuk online facebook, Bagong juga online. Sesekali, dia menyunggingkan senyum membaca celoteh Bagong. Balas-balasan kalimat jenaka terjadi di antara dua insan itu melalui jendela monitor komputer. Jari-jari Limbuk kian lincah menari pada keyboard. Eh,Brakk, barang itu hancur berbarengan dengan pecahnya hati Limbuk. Tak berhenti sampai di situ, Sang Pangeran Kuda Lanang tega menyayat-nyayat tubuh Limbuk Manuhara dengan pisau dapur. Air mata Limbuk menetes pedih. Dan lagi-lagi, adegan go home jadi pemungkas.

*****
Dengan hati berbunga-bunga Bagong selalu memanjatkan do'a pada sang Gusti, tatkala pagi ini mendengar kabar dari berbagai macam mas media di negara Ngamarta bahwa ratu yang sempet dan pernah singgah dalam lubuk hatinya telah berhasil meninggalkan Negeri kuda lanang.
Doa Bagong tak lain hanyalah sebatas dia bisa kembali melancarkan aksi jari-jemarinya untuk selalu menekan keyboard sekedar kirim semeses atau syukur-syukur masih diberikan kesempatan berfacebuk ria dengan sang Limbuk.

Walaupun sebenarnya hati Bagong tak rela menerima kenyataan yang ada atas perlakuan yang diterima pada pujaan hatinya itu, namun apa daya.... Dengan mendengar kabar bahwa si Limbuk berhasil turun dari tumpangan burung perkasa DA 378 bersama sang Ibu ratu Cangik saja dia sudah rela menyungkurkan diri ketanah sambil berurai air mata berucap ribuan puji syukur. Duh Gusti, pancen leres Panjenengan mboten nate sare. Tuhan selalu mendengarkan doa-doanya, Tuhan tidak tidur.

Maksud hati, sakjane Bagong wis ra kanthi, Bagong sudah nggak kuat tuk menahan ucapan selamatnya lewat semeses di Hape... Namun kali ini bener-bener lain, perasaannya semua campur. Apalagi keramaian yang lebih sangatlah nampak sekarang ini dibanding sewaktu kelahiran Si Limbuk beberapa tahun silam. Sudah barang tentu instrument yang datang hampirlah sama. Juru kamera Ngamarta TV, pemadam kebakaran, aparat keamanan, dukun bayi, pawang hujan, hingga pembawa kotak-kotak sumbangan dan penjual kacang masih semuanya berebut menyemut jauh sebelum sampai di sekitar kediaman Cangik.
Kejadian semut menyemut kali ini sudah dimulai sewaktu burung tumpangan Limbuk bersama Ibunda Cangik menclok di lapangan yang lumayan agak panas meski pagi baru menjelang, yaitu pukul 7.30 waktu Ngamarta. Finally... sebagai pelipur diri tuk menghindari gejolak rasa yang ada, kali ini Bagong lebih memilih merenungkan diri tanpa aksi terlebih dahulu. Dia hanya bersyukur bahwa Limbuk yang sempet menjadi pujaan hatinya ini telah bebas berkelana kembali di Negara Ngamarta. Bagong menyibukkan diri dengan tetap merawat kuda yang pernah dijanjikannya sebagai kenang-kenangan buat si Limbuk. Sebagai tanda "tresna" meski banyak keraguan disana.
Apalagi satu saat ia juga inget dengan semeses yang pernah dikirimkannya kepada Limbuk "Lamun tresna kula, it is a big mistake..." dan lebih nyesek lagi ketika Bagong juga inget akan balasan semeses tersebut yang nggak disangka-sangka ternyata dari sang Ibunda Cangik "Wis, ra sah macem-macem Le..!! Limbuk sudah dijodohkan sama Prince Warrior,''

Namun kebesaran hati Bagong tuk tetap berkorban sangatlah patut di acungi jempol, walau sebenarnya Bagong sadar bahwa dirinya telah dilanda syndrom "
love is blind" Cinta buta, (sekali lagi bukan buta cakil yach)...
Bagong masih berbesar hati tuk selalu berusaha berpikir jernih, tentu pikiran yang dilandasi atas ajaran luhur dari Rama Semar bahwa "tresna iku nora kumudu nduwek'i, luhuring tresna katon aning derma". Cinta itu tak harus memiliki, justru luhurnya cinta adalah ketika manusia bisa memberi dan berderma. Cinta itu ora keliru...Ia menjadi keliru ketika cinta berubah menjadi nafsu ingin menguasai yang mutlak. [uth]
  • Tulisan adalah pengembangan kabar sebelumnya yang teinspirasi dari tulisan Ki Slamet Gundonon, namun segala sesuatunya apa bila ada kekurang nyamanan adalah murni dari saya, untuk itu mohon maaf sebelumnya.
~~maztrie~~
Creative Commons License