Tripama | Kliping Sastra Indonesia | Etnik dan Budaya
Tripama Reviewed by maztrie on 12:10 PM Rating: 4,5

Tripama

“Sebagai prajurit, yang telah berani hidup, tentu haruslah berani mati pula. Dan itulah yang dinamakan hidup sejati.”

“Sebagai Pebisnis, yang telah berani usaha, tentu haruslah berani rugi, itulah yang dinamakan resiko dalam usaha sejati”

Setiap keputusan yang kita ambil, apapun itu, memang ada resiko yang harus dihadapi, apapun keputusan kita itulah tujuan kita, fokus kita ... jalani dengan sepenuh hati.

Dalam Serat Tripama [3 Satria Utama] gubahan KPGAA Mangkunegara ke-IV ada tiga tokoh pewayangan yang dijadikan suri tauladan bagi para prajurit dalam pengabdiannya melaksanakan tugas membela negaranya.

Ketiga tokoh tersebut adalah Sumantri atau Patih Suwanda, Kumbakarna dan Adipati Karna.

Terpilihnya ketiga tokoh tersebut sebagai lambang kepahlawanan dan kesetiaan membela negara, karena ketiga tokoh tersebut memiliki jiwa nasionalisme yang besar sesuai dengan jiwa dan karakter mereka masing masing. Kebetulan mereka hidup dalam jaman (masa) yang berbeda, kecuali patih Suwanda dan Kumbakama yang hidup dalam generasi yang sama (pada jaman Ramayana), sedangkan Adipati Kama hidup pada era Mahabharata.

Kecuali Kumbakarna dan Adipati Karna yang rankingnya diatas, ada pihak lain yang lebih suka memasukkan nama Wibisono [adik Kumbakarna] menggantikan Patih Suwanda dengan beberapa pertimbangan.

Coba kita bahas satu persatu ketiga tokoh utama pilihan Mangkunegara IV ini lalu kita tambahkan Wibisono dan anda pertimbangkan sendiri sifat mana yang terbaik.

Kumbakarna, memang raksasa adik Rahwana ini mukanya seram [mana ada sih raksasa mukanya imut-imut], sukanya tidur .. lumayan daripada kelayapan terus .. dan sifatnya berlawanan 180 derajat dibandingkan kakak-kakaknya [Rahwana dan Sarpakenaka]. Sifat utama Kumbakarna itu persis semboyan presiden JF Kennedy, “Benar atau salah, ini negaraku” ... harus aku bela mati-matian.

Ketika perang terjadi melawan balatentara Rama, majunya Kumbakarna bukan membela Rahwana tetapi mempertahankan Alengka dari musuh, nah sifat inilah yang menominasikan Kumbakarna sebagai salah satu pemenang “Tripama Award” versi KPGAA Mangkunegara IV.

Nominator kedua namanya Sumantri, belapatinya pada raja sangat luar biasa, sifat prajurit yang patuh .. patuh pada pimpinan sejak awal walau mulanya ya coba-coba kesaktian rajanya ... biasa deh darah muda pingin jajal calon bos dulu. Ada cacatnya sih, agak tegaan dengan saudara demi tujuan mengabdi pada negara .. tetapi pengabdian pada raja dan negara tidak diragukan lagi dan itu dibayar dengan nyawanya sendiri .. maka masuklah Sumantri atau kerennya Patih Suwanda sebagai Nominator Tripama Award juga.

Nominator ketiga Adipati Awangga yang bernama Basukarna atau “nickname” nya Karna ... ini tokoh antagonis yang akan coba saya tulis terpisah, intinya mas Karna ini sangat menghargai budi seseorang, terlepas buruk baiknya sifat orang tersebut. “Benar atau salah tapi inilah keputusanku” Sebenarnya ada maksud lain dari pengabdiannya ... tapiii nanti saja kita bahas.

Nominator tambahan namanya Wibisana, tokoh ini “kelihatan” nya sempurna dan adik dari Kumbakarna, dia membelot dari Alengka dan memihak Rama karena membela kebenaran yang diyakininya ada dipihak Rama bukan Rahwana.

Sempurna?, belum tentu ... Kumbakarna berperang tanpa pilihan lain, kalau disuruh milih pasti lebih suka tidur .. santai dan melupakan tanggung jawab, kepepet baru maju hehehe.

Sumantri lebih tega lagi, adiknya dikorbankan demi satu tujuan .. kadang sifat ini ada pada kita juga, teman dan saudara dikorbankan buat ambisi pribadi.

Adipati Karna juga menyimpan maksud tersendiri walau maksudnya baik dengan mengorbankan nyawanya untuk lenyap bersama raja yang dibelanya .. agak lumayanlah dibanding 2 nominasi lain.

Nah kalau Wibisana ini memang agak unik, apakah dia mengincar posisi Rahwana karena dia tahu bakal kalah jadi dia berpihak musuhnya dengan membawa info banyak supaya bisa jadi raja Alengka nantinya atau punya misi lainnya nah bahasannya ada dalam tulisan lain.

Sifat kita juga demikian, sifat bisnis juga demikian ... dan kenapa pilihan Tripama sebagai sifat satria utama bukan pada Pandawa tentu juga ada alasannya. [topmdi]