URIP MUNG MAMPIR NGOMBE | Kliping Sastra Indonesia | Etnik dan Budaya
URIP MUNG MAMPIR NGOMBE Reviewed by maztrie on 7:19 AM Rating: 4,5

URIP MUNG MAMPIR NGOMBE

Pepatah Jawa di atas secara harfiah berarti hidup hanya singgah (untuk) minum.
Pepatah ini menyatakan bahwa kehidupan manusia di dunia ini diibaratkan hanya singgah sebentar untuk minum (menghilangkan) dahaga untuk kemudian melanjutkan perjalanan lagi menuju alam yang abadi (alam terakhir). Jadi, hidup di dunia ini hanya merupakan persinggahan sementara dari perjalanan yang panjang menuju akhirat.
Oleh karenanya hidup di dunia ini tidak perlu terlalu ngangsa atau ngaya dalam mengejar segala sesuatunya. Semuanya bisa dilakukan dengan samadya atau tidak berlebih-lebihan. Boleh saja manusia atau orang itu mampir ngombe. Akan tetapi ngombe atau menikmati hal-hal duniawiah itu jangan sampai kemaruk. Jangan sampai mabuk. Sifat kemaruk hingga mabuk menyebabkan manusia lupa diri. Lupa diri ini menyebabkan orang merasa bahwa hidup terakhirnya hanya di dunia sehingga apa pun yang ada dan ditawarkan di dunia hendak disikatnya. Sifat demikian bisa menyebabkan manusia lupa pada tujuan akhir dari hidupnya, yakni kembali kepada Sang Khalik. [pakdhedar]