PAKAIAN TRADISIONAL JAWA: SALAH SATU CARA MENGENALKAN NILAI TRADISI | Kliping Sastra Indonesia | Etnik dan Budaya
PAKAIAN TRADISIONAL JAWA: SALAH SATU CARA MENGENALKAN NILAI TRADISI Reviewed by maztrie on 6:23 AM Rating: 4,5

PAKAIAN TRADISIONAL JAWA: SALAH SATU CARA MENGENALKAN NILAI TRADISI

Hari jadi Kota Jogja jatuh pada tanggal 7 Oktober yang mengacu pada hari diresmikan atau berpindahnya Sultan Hamengku Buwana I dari Pesanggrahan Ambarketawang ke Istana Yogyakarta. Perpindahan itu terjadi pada tanggal 7 Oktober 1756. Pada tanggal 7 Oktober 2009 ini ada himbauan agar semua PNS dan guru, murid, kepala sekolah, dan karyawan di sekolah-sekolah negeri di wilayah kota untuk mengenakan pakaian tradisional Jawa Mataraman.

Akan tetapi kemudian ada pemberitahuan susulan bahwa yang dianjurkan untuk mengenakan pakaian tradisional Jawa Mataraman adalah hanya PNS, guru, kepala sekolah, dan karyawan sekolah (jadi bagi murid hal ini tidak diwajibkan). Demikian pemberitahuan susulan dari Kepala Dindik (Dinas Pendidikan) Kota Yogyakarta. Namun semuanya sudah terlanjur.
Para orang tua murid dan para murid sendiri sudah terlanjur sibuk (repot) dan mengeluarkan biaya untuk itu semua. Apa boleh buat.

Himbauan itu tentu saja bertujuan baik. Di antaranya adalah penanaman nilai-nilai kelokalan Mataram-Yogyakarta. Sekalipun hampir semua siswa dan guru, PNS, dan beberapa lembaga swasta mengenakan pakaian tradisional Jawa Mataram, namun dalam mengenakan pakaian tersebut banyak yang melakukannya dengan asal-asalan. Seperti yang dilihat Tembi pada sebuah perarakan (karnaval) yang dilakukan oleh siswa-siswa SMU di Yogyakarta. Dari banyak siswa SMU yang mengenakan pakaian tradisional Jawa Mataraman itu ada yang cara mengenakan blangkonnya dibalik.

Ada yang mengenakan surjan namun lengannya dibuat menjadi lengan pendek (kutung). Ada pula yang mengenakan surjan, blangkon, kain, tetapi mengenakan selop namun sepatu kets. Jadi, kelihatan bahwa sebenarnya mereka tidak siap. Demikian juga orang tua mereka.

Dari kasus-kasus itu dapat diketahui bahwa hampir dalam masing-masing rumah tangga warga Jogja tidak ada yang benar-benar siap (memiliki) pakaian tradisional Jawa Mataraman. Boleh jadi mereka mempunyai surjan atau beskapnya saja, kain (jaritnya) saja, selopnya saja. Di samping tentu saja, memang ada yang benar-benar tidak memiliki pakaian tradisional Jawa Mataraman.

Hal demikian itu dapat dimaklumi mengingat pergerakan zaman yang kian maju dimana kemudian pakaian tradisional dianggap/dirasakan tidak praktis dan efisien. Terlalu ribet jika harus dikenakan. Funsgi pakaian tradisional pun akhirnya tergantikan oleh pakaian-pakaian lain (model baru) yang lebih praktis, fleksibel, dan tidak ribet. Hal demikian itu berlangsung puluhan tahun sehingga kemudian gerenasi muda pun tidak mengenal lagi pakaian tradisional warisan leluhurnya. Melihat pun mungkin sangat jarang. Apalagi mengenakan.

Repotnya lagi tidak semua orang mengerti atau bisa mengenakan pakaian tradisional Jawa itu dengan tepat atau benar. Untuk mengenakan kainnya pun banyak yang membutuhkan bantuan orang lain. Itu pun kadang-kadang juga tidak benar.
Entah kurang tepat cara memposisikan motif batik pada badan, entah cara meletakkan wiron, entah cara menyematkan keris ke dalam stagen. Demikian juga untuk memasang sanggul dan asesori lain pun sering merasa perlu dan harus dibantu orang lain.

Barangkali pakaian tradisional Jawa baik gaya Jogja maupun Solo tidak lagi praktis dikenakan dalam kehidupan keseharian. Akan tetapi sebagai warisan leluhur yang penuh dengan nilai filosofis yang baik, penuh dengan keindahan, ini perlu dikenalkan dan kemudian dimengerti serta dihayati maknanya oleh generasi muda agar mereka paham akan keluhuran warisan leluhurnya itu. Dengan memahami warisan leluhur mereka akan memiliki rasa identitas, mereka mengenal jati dirinya, merasa bangga akan jati dirinya. Hal demikian membuat kepribadiannya kuat mengakar pada kebudayaan yang melingkupinya. Dia memiliki jati diri yang berbeda dengan orang lain yang hidup dalam lingkungan kebudayaan yang berbeda. [tembi]
~~maztrie~~
Creative Commons License