KEPLOK ORA TOMBOK | Kliping Sastra Indonesia | Etnik dan Budaya
KEPLOK ORA TOMBOK Reviewed by maztrie on 5:18 AM Rating: 4,5

KEPLOK ORA TOMBOK

Pepatah Jawa ini secara harfiah berarti bertepuk tangan tanpa tombok (mengeluarkan biaya).

Telah diketahui secara umum bahwa bertepuk tangan merupakan salah satu ungkapan atau ekspresi orang untuk menunjukkan rasa gembiranya. Umumnya tepuk tangan ini dilakukan spontan begitu seseorang merasa gembira, kagum, atau bahagia. Rasa ikut gembira, senang, kagum, atau bahagia yang diungkapkan dengan cara bertepuk tangan ini tidak membutuhkan biaya apa pun, kecuali mengeluarkan sedikit tenaga untuk bertepuk tangan. Pendeknya, orang ikut merasa senang tanpa harus mengeluarkan biaya.
Keplok ora tombok sebenarnya digunakan untuk menggambarkan perilaku orang yang selalu ikut-ikutan senang namun tidak mau ikut-ikutan membiayai kesenangannya itu. Di mana ada kesenangan orang itu bergabung, tetapi dengan niatan tidak mau ikut menanggung biaya atau tidak mau ikut bertanggung jawab jika nantinya timbul hal-hal yang membutuhkan pengorbanan. [tembi]