SUGIH TANPA BANDHA | Kliping Sastra Indonesia | Etnik dan Budaya
SUGIH TANPA BANDHA Reviewed by maztrie on 6:58 AM Rating: 4,5

SUGIH TANPA BANDHA

Pepatah Jawa di atas secara harfiah berarti kaya tanpa harta. Pepatah ini sepertinya berisi pesan yang tidak begitu mudah diterima begitu saja oleh akal manusia. Bagaimana mungkin ada orang kaya namun tidak memiliki harta. Padahal dalam pengertian umum orang yang tidak memiliki harta disebut sebagai orang miskin.

Sebenarnya pepatah ini ingin menggambarkan tentang keadaan seseorang yang secara tampak mata kelihatan memang tidak memiliki harta, namun dalam kehidupannya ia selalu berkecukupan. Tentu saja hal ini juga kelihatan aneh dan bahkan mustahil.

Akan tetapi dalam masyarakat Jawa dikenal adanya orang-orang yang hidup bersahaja saja namun orang tersebut selalu mendapat pertolongan atau dukungan dari orang atau masyarakat di sekitarnya. Ketika orang tersebut tidak punya uang, secara tiba-tiba ada yang memberinya. Ketika ia akan melaksanakan hajatan tiba-tiba orang-orang di sekitarnya tanpa disuruh langsung membantunya tanpa pamrih. Pendeknya, ia merasa tidak pernah kekurangan sekalipun secara tampak mata ia adalah orang yang tidak memiliki apa-apa.

Sugih tanpa bandha ini umumnya merupakan buah dari tindakannya di masa lalu dimana pada masa lalu ia selalu suka membantu orang dengan tanpa pamrih juga. Akibatnya ia dicintai banyak orang. Ia memiliki kenalan atau sahabat dalam arti yang sesungguhnya. Bukan yang merongrong dan merugikannya, namun yang siap sedia setiap saat membantunya.

Selalu berkecukupan tanpa harus menimbun harta, tabungan, deposito, perhiasan, ternah, dan sebagainya inilah yang disebut sebagai sugih tanpa banda. Umumnya orang yang disebut sebagai sugih tanpa banda adalah orang yang memiliki banyak sahabat, kenalan, atau saudara yang selalu dengan ikhlas membantunya di saat orang yang bersangkutan mengalami kekurangan atau kerepotan.

Bisa juga terjadi orang tersebut menjadi sugih tanpa banda karena jasa orang tua atau nenek moyangnya di masa lalu yang begitu dermawan membantu orang lain sehingga orang-orang tersebut atau keturunan orang-orang tersebut ganti membantu anak dari sang dermawan. [tembi]