BABAH Asal-usul Sebutan untuk Keturunan Pembauran Cina-Jawa | Kliping Sastra Indonesia | Etnik dan Budaya
BABAH Asal-usul Sebutan untuk Keturunan Pembauran Cina-Jawa Reviewed by maztrie on 6:29 AM Rating: 4,5

BABAH Asal-usul Sebutan untuk Keturunan Pembauran Cina-Jawa

SEMENJAK 500 tahun lebih, bagi orang Jawa pada  umumnya hanya ada dua golongan TIONGHOA, yang  pertama adalah Cina Baru, yang kedua, Babah. 

Cina Baru alias Cina Totok ditujukan kepada  mereka yang baru datang dari Daratan Cina, mendarat  dari kapal yang merapat di pelabuhan dan kemudian  menyebar, umumnya bekerja sebagai pedagang  kelontong. Sebagian terbesar berasal dari suku Khek  hingga disebut juga Khek-lang (orang Khek). 

Babah adalah sebutan untuk keturunan mereka  yang telah berbaur, menikahi orang pribumi. Sebagian  terbesar berasal dari suku Hokkian. Banyak dari  mereka yang menikahi kalangan berdarah biru,  ningrat, keluarga keraton di Jawa. 

Jadi bila seorang Cina Totok menikahi sesama  Cina Totok maka keturunan mereka masih tetap  dianggap Cina Baru. Sebaliknya bila seorang Cina  Totok menikahi pribumi, keturunannya otomatis akan  menajdi Babah. 

Ternyata Babah yang pertama di Pulau Jawa  adalah Raden Patah yang diperkirakan lahir pada  sekitar tahun 1500.
R. Patah dilahirkan sebagai  pangeran Majapahit. Ayahnya, Prabu Brawijaya, raja  terakhir Majapahit. Ibunya, Putri Campa alias Putri  Cina, yang membawa agama Islam dari Daratan Cina. 

Pada waktu itu sebagian terbesar rakyat Jawa,  termasuk Kerajaan Majapahit adalah penganut agama  Buddha yang telah berakar selama 1000 tahun (bukti;  Candi Borobudur).  Jadi cikal-bakal penyebar agama Islam di tanah  Jawa hakekatnya adalah orang-orang Cina-Islam, bukan  hanya para pedagang Gujarat dari Arab seperti  ditulis dalam buku-buku sejarah untuk Sekolah Dasar  selama 50 tahun terakhir (!) 

Oleh ibunya, R. Patah yang dilahirkan di  Palembang, dinamai Kaotiang. Sejak kecil sudah  memeluk agama Islam. Menurut peraturan leluhur  Kerajaan Majapahit seharusnya ia dinamai Bambang,  namun karena separuh berdarah Cina, Prabu Brawijaya  menganugrahinya gelar Raden Babah dan mengangkatnya  menjadi Adipati Demak.
Sebagai Adipati Demak, ia  dinamai juga Cek Ko Po dengan nama kecil Copo.  Raden Babah Patah juga disebut Senopati  Jimbuningrat dengan nama kecil Jimbun. Gelar  kebesarannya setelah membangun Demak menjadi  Kerajaan Islam pertama dan terbesar yang  melengserkan keagungan Majapahit adalah Sultan Syah  Alam Akbar Khalifahturrasul Amirulmukminin Tajudil  Abdulhamid Khak atau Sultan Adi Surya Alam di  Bintoro.

Majapahit runtuh pada tahun 1520 setelah  diserbu oleh R. Patah yang dihasut Sunan Bonang  untuk mengobarkan makar terhadap ayahandanya  sendiri! 

Di bawah pimpinan R. Babah Patah inilah  kemudian Wali Sanga (sebagian berjatidiri  pendekar-pendekar berilmu tinggi asal Cina)  mendirikan Mesjid Besar Demak (konon dalam tempo  hanya semalam saking saktinya mereka!) yang masih  tegak berdiri sampai sekarang setelah 500 tahun  lebih ?.  [ Osdir ]