Kejawen Sinergi dengan Semangat Sambernyawa | Kliping Sastra Indonesia | Etnik dan Budaya
Kejawen Sinergi dengan Semangat Sambernyawa Reviewed by maztrie on 1:51 AM Rating: 4,5

Kejawen Sinergi dengan Semangat Sambernyawa

BUSANA kejawen yang dikenakan untuk acara silaturahim legislatif-ekskutif, pada acara peringatan hari jadi Kabupaten Wonogiri, dinilai sinergi dengan upaya melestarikan nilai-nilai perjuangan Raden Mas (RM) Said atau Pangeran Sambernyawa.

"Sebab peringatan hari jadi Kabupaten Wonogiri, selalu dikemas sebagai kegiatan pelestarian nilai-nilai perjuangan RM Said," tandas Raden Tumenggung (RT) Tondo Nagoro.

Budayawan Jawa Tondo Nagoro, menyayangkan, bila kemudian banyak anggota legislatif yang enggan hadir berpakaian kejawen, saat acara silaturahim legislatif-ekskutif pada peringatan hari jadi Kabupaten Wonogiri.

RT Tondo Nagoro yang abdi dalem Keraton Surakarta ini, menyatakan, RM Said atau Pangeran Sambernyawa adalah tokoh bangsawan Jawa. Sejak muda, dia gigih berperang melawan ketidakadilan keraton dan penjajah Kolonial Belanda. Sebagai figur bangsawan Jawa, sudah barangtentu terbiasa memakai pakaian kejawen.

Karena itu, kalau Pemkab Wonogiri memprakarsai acara silaturahim legislatif-ekskutif dikemas dalam nuansa kejawen, itu kiranya sinergi dengan semangat Pangeran Sambernyawa, dapat sekaligus menjadi kiat melestarikan budaya Jawa.

Persoalannya sekarang, telah beberapa tahun terakhir ini, ketika digelar acara forum silaturahim legislatif-ekskutif dalam rangka peringatan harji jadi Kabupaten Wonogiri, banyak kursi untuk anggota DPR yang kosong, karena banyak anggota legsilatif yang enggan hadir. Bisa jadi, mereka tidak ingin repot mengenakan busana kejawen.

"Tapi kalau busananya diganti jas berdasi, kiranya menjadi sesuatu yang kontradiktif dengan kemasan event pelestarian nilai-nilai perjuangan RM Said. Kalau jas berdasi, citranya bisa ditafsirkan negatif sebagai pelestarian nilai-nilai penjajahan kolonial kompeni Belanda," ujar RT Tondo Nagoro.

Sentuhan Inovatif

Budayawan Jawa Tondo Nagoro, menyayangkan 
Sekretaris Panitia Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke 270 tahun 2011, Waluyo SSos MM, mengatakan, pada prinsipnya agenda peringatan hari jadi akan tetap digelar sebagaimana yang pernah terjadi pada tahun-tahun lampau.

Waluyo yang juga menjabat sebagai Kabag Humas Pemkab Wonogiri ini, menyatakan, acara silaturahim legislatif-ekskutif yang akan diagendakan Kamis (19/5), tetap dikemas dalam nuansa busana kejawen. "Panitia mengharapkan, acara ini tetap dihadiri oleh para anggota Dewan dan pejabat ekskutif serta tokoh-tokoh masyarakat," tandasnya.

Camat Ngadirojo Maryanto SSos MM, menyatakan, agenda kegiatan penyambutan peringatan hari jadi, hendaknya dapat dikemas dengan memberikan sentuhan inovatif. "Jangan hanya seperti itu-itu saja, supaya tidak menjenuhkan,'' timpal mantan Kabag Kerjasama Pemkab Wonogiri Drs Suwoso MM.
Suwoso yang sekarang aktif menjadi penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), berharap peringatan momentum hari jadi hendaknya dapat melibatkan semua komponen masyarakat. [suaramerdeka]